Program Smart Detox
Daftar Synergy WGabung bersama bisnis Synergy WorldWide

Strategi B2C Marketing untuk Mengembangkan Bisnis

Apakah Anda sedang menjalankan B2C marketing untuk bisnis? Bila iya simak tipsnya di sini. Karena untuk menentukan strategi pemasaran model bisnis B2C yaitu hal yang susah-susah gampang.

B2C Marketing

Pengertian B2C

Hal tersebut terjadi karena selera konsumen yang menjadi target utama bisnis B2C lebih cepat berubah dan susah ditebak. Strategi marketing yang diterapkan oleh model bisnis B2C juga sudah pasti berbeda dengan strategi model bisnis B2B.

Ada banyak strategi dan tips bisnis B2C yang ada di internet. Tapi, beberapa tips dapat dibilang lebih efektif daripada beberapa tips lainnya. Untuk mempermudah Anda menjalankan strategi B2C Marketing secara maksimal, baca tipsnya dalam artikel ini.

B2C merupakan akronim dari Business-to-Consumer (bisnis ke konsumen). B2C digunakan untuk menjelaskan sebuah model bisnis yang dilakukan antara pihak produsen pada pihak konsumen secara langsung.

Konsumen biasanya punya permintaan suatu produk. Di titik inilah pelaku bisnis hadir untuk menawarkan produk berdasarkan permintaan tersebut. Produk yang dijual dalam model bisnis ini juga umumnya produk jadi atau siap pakai seperti :

  • pakaian,
  • makanan siap santap,
  • jasa cuci mobil,
  • dll.

Dari pengertian tersebut, B2C marketing berarti juga usaha yang dilakukan untuk mempromosikan produk dari penjual ke konsumen.

Baca juga : Belajar Digital Marketing bagi Pemula

Tips Bisnis B2C Paling Ampuh

Di bawah ini, Anda akan menemukan beberapa tips strategi B2C marketing terampuh. Kesemuanya dapat diterapkan dan disesuaikan dengan niche bisnis Anda.

a. Taruh Perhatian Utama pada Website e-Commerce Anda

Bila kita membahas bisnis B2C di era digital, tentu bahasan soal website tak dapat dilewatkan. B2C ecommerce yaitu salah satu lahan bisnis paling subur dan menjanjikan untuk mendulang cuan saat ini.

Karena itu, berinvestasi pada website ecommerce yaitu langkah awal yang perlu Anda lakukan dalam strategi B2C marketing. Lantas, investasi seperti apakah yang mesti diutamakan dalam website ecommerce Anda?

Ada 3 karakteristik utama yang perlu dimiliki suatu website ecommerce agar mendukung strategi marketing B2C Anda.

Responsif

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website yang terlihat baik dalam tampilan desktop namun seketika berantakan saat dibuka via smartphone? Itulah masalah yang akan Anda temui saat website toko online Anda tak responsif.

Website responsif itu hukumnya wajib untuk menerapkan strategi B2C marketing. Apalagi di tahun 2022 dan tahun-tahun berikutnya, karena jumlah pengguna smartphone yang terus meningkat. Dan terjadinya peningkatan jumlah orang yang berbelanja secara online lewat smartphone.

Disanalah pasar bisnis B2C sekarang berada. Website yang responsif akan mempermudah Anda untuk mengincar pasar potensial tersebut.

Website responsif akan memanjakan pengguna smartphone dengan tampilan yang tetap menyenangkan. Walau website yang sama dibuka dari berbagai macam gadget yang punya resolusi layar yang berbeda.

Para pengguna smartphone dapat berbelanja online dengan mudah hanya via smartphone saja.

Dengan begitu, website yang responsif akan jadi amunisi khusus Anda untuk mengincar pasar pengguna smartphone yang besar tersebut. Dan menjadikan mereka sebagai pelanggan setia Anda.

Cepat

Kecepatan adalah segalanya. Begitu juga kecepatan sebuah website. Sebuah studi menunjukkan bahwa pelanggan berekspektasi sebuah website bisa diakses hanya dalam waktu 2 detik!

Jika waktu loading lebih dari itu, 40% pelanggan akan siap angkat kaki dari website Anda.

Dalam urusan B2C marketing ecommerce, kecepatan merupakan impresi pertama yang didapatkan oleh pelanggan Anda. Hanya karena waktu loading website tak cukup cepat, Anda bisa saja kehilangan pelanggan potensial sebelum sempat menawarkan apapun.

Maka dari itu investasikan tenaga dan sumber daya pada kecepatan loading website bisnis Anda.

Desain Website yang Sesuai dengan Branding Bisnis

Desain website Anda tak kalah pentingnya dengan kedua poin strategi B2C marketing di atas. Tampilan website merupakan identitas brand Anda.

Desain website membantu pelanggan mengingat karakter brand Anda. Semakin banyak orang mengingat Anda karena karakter brand, maka makin mudah juga Anda untuk mengeksekusi strategi marketing selanjutnya.

b. Berikan Pengalaman Berbelanja yang Menyenangkan

Anda sudah punya website yang responsif, cepat, dan desain yang senada dengan branding produk Anda. Apakah 3 kualitas di atas cukup untuk membuat website Anda sebagai senjata strategi B2C marketing? Jawabannya, tentu saja belum.

Bila ketiga kualitas website tersebut telah terpenuhi, lanjut ke langkah berikutnya. Yaitu waktunya untuk mendandani website Anda dengan berbagai fitur yang memanjakan pengguna website Anda.

Tujuannya utamanya yaitu memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan.

Poin pengalaman berbelanja ini seringkali dilupakan oleh para pelaku bisnis B2C atau B2C marketing. Padahal, user experience (UX) yang baik akan meninggalkan kesan yang baik.

Kesan yang baik yaitu salah satu strategi marketing terampuh untuk membuat pelanggan Anda melakukan pembelian kedua dan seterusnya. Kesan yang baik juga akan memperbesar kemungkinan produk Anda direkomendasikan kepada pelanggan baru lainnya.

Demi kesan yang baik, website Anda tentu harus dibekali berbagai fitur yang mempermudah proses pembelian. Fitur-fitur penting tersebut antara lain :

  • kemudahan dalam memilih variasi produk,
  • memilih jasa ekspedisi,
  • menghitung ongkos kirim,
  • menyediakan berbagai pilihan payment gateway,
  • dll.

Bila website ecommerce Anda berbasis WordPress yang dibangun dengan tutorial WooCommerce, tentu menambahkan fitur tersebut tak akan jadi persoalan.

Berbagai plugin toko online untuk WooCommerce tersedia secara gratis dan dapat Anda terapkan dengan menginstallnya saja.

c. Edukasi Pelanggan lewat Strategi Content Marketing

Bila berbicara soal strategi marketing online B2C, content marketing tentu tak boleh luput dari topik bahasan.

Strategi digital marketing apapun tidak akan berhasil bila tak didukung oleh kualitas konten yang mumpuni juga. Karena itu, Anda juga tak boleh meninggalkan konten dalam menjalankan B2C marketing.

Peran konten dalam strategi marketing B2C bersifat vital. Kualitas konten yang baik tidak hanya berfungsi untuk mendeskripsikan dan menjual fitur-fitur menarik pada produk Anda.

Strategi konten marketing yang apik yaitu kekuatan Anda untuk :

  • mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan,
  • menumbuhkan rasa percaya pelanggan pada brand produk dan/atau bisnis Anda,
  • dll.

Tujuan tertinggi yang mau Anda capai tidak lain dan tidak bukan yaitu angka penjualan yang makin meningkat.

Untuk mengeksekusi strategi content marketing Anda, media yang dipakai juga bisa beragam. Anda dapat mulai dengan memaksimalkan manfaat blog bagi bisnis Anda.

Selain blog, sosial media merupakan lahan manis untuk mengeksekusi strategi content marketing Anda. Anda juga jangan lupa untuk memasang iklan di berbagai platform (seperti Instagram, Youtube, dan Facebook) untuk :

  • memperbesar exposure brand, dan
  • mendatangkan lebih banyak lagi konsumen potensial bagi bisnis.

d. Berikan Layanan Pelanggan Terbaik

“Customer service is the new marketing.”

Bila pernah mendengar kutipan tersebut, maka Anda paham kenapa layanan pelanggan jadi salah satu poin tips bisnis B2C. Layanan konsumen perlu Anda coba sebagai salah satu tips memaksimalkan strategi B2C marketing Anda.

Dewasa ini, layanan konsumen tidak melulu mengenai mengangkat telepon maupun membalas email yang berisi keluhan pelanggan. Anda juga dapat memanfaatkan layanan pelanggan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Anda.

Tips ini sudah diaplikasikan oleh Startbuck. Layanan pelanggan yang diberikan Starbucks sederhana saja. Starbucks menuliskan nama pelanggan di gelas dan memanggil para pelanggan mereka sesuai nama tersebut.

Starbucks sudah mengubah seseorang yang tidak dikenal jadi seorang teman dekat. Dengan sentuhan layanan pelanggan sesederhana ini sebagai strategi B2C marketing.

Bukan tak mungkin bisnis Anda juga mengalami kesuksesan yang sama seperti Starbucks. Dengan menyediakan layanan pelanggan, Anda bisa menyapa pelanggan Anda secara langsung.

Anda juga dapat membantu pelanggan untuk menemukan produk mana yang cocok dengan kebutuhan mereka. Interaksi human-to-human ini juga terbukti lebih disukai dan efektif untuk :

  • mengatasi keraguan yang pelanggan temukan dalam proses pengambilan keputusan pembelian,
  • menggiring pelanggan agar lebih cepat menuju halaman check out dan menyelesaikan transaksi.

Layanan pelanggan tidak berhenti ketika transaksi telah terjadi. Anda masih dapat memberikan pelayanan pelanggan yang optimal setelah pembelian.

Layanan purna jual ini akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap produk Anda. Pelanggan juga akan merasa bila mereka merogoh kocek tak hanya untuk sekadar dapat barang namun juga :

  • mendapatkan pelayanan, dan
  • added value dari brand Anda.

Tercapainya poin ini akan meningkatkan rasa percaya dari pelanggan akan brand Anda. Dan juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang.

Dari interaksi dengan pelanggan di layanan purna jual, Anda juga bisa mengumpulkan berbagai saran, kritik, dan masukan. Yang dapat Anda pakai untuk mengembangkan produk di masa yang akan datang.

Jadi, masihkah mau meragukan strategi layanan pelanggan dalam bisnis Anda?

Unique Selling Point

e. Kuatkan Faktor USP dan Tawarkan Harga Bersaing

Produk andalan yang Anda punya saat ini bisa jadi bukan satu-satunya produk yang diinginkan oleh konsumen Anda. Anda harus bersaing dengan produk kompetitor lebih dulu sebelum konsumen akhirnya menjatuhkan pilihan untuk beli produk Anda.

Di titik inilah, Anda harus punya faktor ‘wow’ atau USP (Unique Selling Point) untuk mengoptimalkan strategi B2C marketing Anda.

Faktor ‘wow’ membantu menempatkan bisnis Anda dalam pasar. Faktor USP jugalah yang akan menjelaskan kelebihan produk Anda dibanding dengan produk kompetitor.

Keunikan tersebut harus Anda komunikasikan secara jelas dan tepat lewat strategi marketing. Karena hal ini, pelanggan tentu akan lebih mudah mengingat Anda dibanding dengan produk dari kompetitor.

Ada berbagai macam USP (Unique Selling Point) yang dapat Anda tambahkan dalam produk Anda. Anda dapat :

  • mengunggulkan fitur tertentu dalam produk Anda,
  • ragam pilihan variasi produk,
  • layanan konsumen 24/7,
  • kemudahan pembelian dan pengiriman barang,
  • dll.

Tapi, faktor USP saja tidak untuk membuat pelanggan melirik produk Anda. Kombinasikan faktor USP tersebut dengan harga yang bersaing.

Calon konsumen tentu cenderung menjatuhkan pilihan untuk produk yang punya harga serupa namun dengan lebih banyak keuntungan.

f. Pahami Kebiasaan Konsumen Anda

Strategi marketing dibuat untuk menarik konsumen. Karena itulah, perilaku konsumen menjadi salah satu aspek penting yang harus Anda pertimbangkan sebelum mengeksekusi strategi B2C marketing Anda.

Keliru menganalisa perilaku konsumen dapat mengakibatkan strategi marketing yang Anda jalankan juga jadi tak efektif dan efisien.

Ditambah lagi, setiap industri punya segmentasi konsumen yang berbeda-beda. Perilaku konsumennya juga berbeda. Strategi marketing yang mujarab untuk suatu industri belum tentu cocok bila diterapkan di industri lainnya.

Untuk memahami perilaku konsumen di industri yang ditekuni, Anda harus tahu :

  • apa yang mereka perlukan dan inginkan,
  • bagaimana cara mereka menghabiskan waktu dan uang, serta
  • bagaimana cara mereka dalam berbelanja.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda bisa memetakan :

  • kebiasaan konsumen yang jadi target pasar Anda, dan
  • strategi marketing yang tepat di setiap customer journey mereka sekarang ini.

g. Membuat Kontes dan Giveaway

Siapa yang tak suka kontes? Semua orang suka mengikuti kontes apalagi bila dengan usaha yang seminimal mungkin dapat membuka kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang besar.

Dengan pemikiran ini, menyelenggarakan kontes atau lomba bisa menjadi salah satu tips B2C marketing yang dapat Anda adaptasi untuk bisnis.

Kontes yang dibuat juga tak perlu megah dan berbentuk offline event. Dengan bantuan teknologi, Anda dapat membuat kontes melalui blog atau sosial media Anda.

Anda dapat meminta pelanggan untuk menjawab pertanyaan seputar :

  • produk Anda, atau
  • memberikan feedback mereka terhadap produk Anda.

Tapi, jangan lupa bila tujuan utama dari kontes ini ialah untuk memuluskan jalannya strategi B2C marketing Anda. Pastikan bila kontes yang Anda buat memberikan feedback untuk mendukung strategi marketing Anda nantinya.

Untuk mencapai hal tersebut, Anda dapat meminta peserta kontes untuk :

  • follow akun sosial media,
  • subscribe Youtube,
  • memberikan like di Instagram,
  • mention di Twitter,
  • menuliskan email mereka,
  • dll.

Supaya kontes yang diselenggarakan punya efek marketing yang lebih besar, perhatikan juga hadiah yang akan Anda bagikan. Anda dapat memberikan hadiah yang berhubungan dengan bisnis Anda seperti :

  • voucher belanja,
  • kupon diskon,
  • freebies,
  • dll.

Terapkan Strategi B2C Marketing Sekarang!

Strategi pemasaran B2C bukan hal asing bagi kita. Sebagai seorang konsumen, kita sudah terpapar dengan berbagai trik marketing B2C setiap harinya.

Meskipun familiar, namun strategi B2C marketing yang Anda jalankan sekarang belum tentu berhasil dan tepat sasaran. Karena itu, artikel ini memberikan tips terampuh untuk Anda yang sedang menjalankan pemasaran B2C.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WeCreativez WhatsApp Support
Soleh Agus
Hai 👋 Ada yang bisa kami bantu?