Daftar Synergy WGabung bersama bisnis Synergy WorldWide

Solusi Mengatasi Diabetes Melitus Terbaik

Di artikel ini kami akan ulas perihal solusi mengatasi diabetes melitus terbaik. Diabetes merupakan salah satu dari penyakit degeneratif dengan angka kejadian yang cenderung meningkat di Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2003 diperkirakan penduduk Indonesia yang berusia di atas 20 tahun sebesar 133 juta yaitu diabetesi. Diabetes bukanlah penyakit yang menakutkan. Hanya saja perlu pengendalian supaya penderita bisa hidup dengan penyakit diabetes.

Solusi Mengatasi Diabetes

Definisi Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). Di mana hal ini terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes melitus berkaitan erat dengan terjadinya kerusakan secara jangka panjang, disfungsi atau kegagalan di beberapa organ tubuh. Khususnya organ mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

Diabetes juga diartikan sebagai suatu kondisi kronis yang diakibatkan oleh kekurangan insulin relatif atau mutlak tak ada insulin. Gejala klinisnya berupa intoleransi glukosa yang menyebabkan hiperglikemia serta perubahan dalam metabolisme lemak dan protein. Manifestasi jangka panjang yang timbul yaitu adanya kelainan metabolik yang memberikan kontribusi pada perkembangan komplikasi seperti retinopati, nefropati, dan neuropathy.

Klasifikasi Diabetes Melitus

Dengan mengetahui klasifikasi ini maka akan mudah dalam mencegah dan mengobati untuk solusi mengatasi diabetes melitus. Berikut klasifikasi etiologis diabetes mellitus yaitu :

  1. Diabetes Melitus Tipe 1
  2. Diabetes Melitus Tipe 2
  3. Diabetes Melitus Tipe Lain
  4. Diabetes Kehamilan
  5. Diabetes Melitus Gestasional
  6. Pra-diabetes
Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

Seseorang sudah bisa dikatakan menderita diabetes melitus bila menderita 2 dari 3 gejala di bawah ini :

  1. 3 keluhan yang biasa disebut TRIAS yaitu
  • banyak minum,
  • sering kencing, dan
  • penurunan berat badan yang tak jelas sebabnya.
  1. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari sama dengan (≥) 126 mg/dl.
  2. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari sama dengan (≥) 200 mg/dl.

Adapun tanda dan gejala kronik diabetes melitus meliputi :

  • Kesemutan,
  • Kulit terasa panas atau seperti tertusuk-tusuk jarum,
  • Terasa tebal dikulit,
  • Kram,
  • Lelah,
  • Mudah mengantuk,
  • Mata kabur,
  • Gatal disekitar kemaluan terutama pada wanita,
  • Gigi mudah goyah dan mudah lepas,
  • Kemampuan seksual menurun bahkan impoten,
  • dll.

Selain itu bagi para ibu hamil gejalanya seperti :

  • sering mengalami keguguran,
  • sering mengalami kematian janin dalam kandungan,
  • berat bayi lahir lebih dari 4 kg.

Penegakan diagnosis diabetes cukup dengan adanya keluhan khas. Selain itu juga adanya hasil pemeriksaan kadar gula darah yang menunjukkan nilai lebih dari (>) 200 mg/dl. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa lebih dari (>) 126 mg/dl pun bisa dipakai sebagai patokan diagnosis diabetes.

Kriteria penegakan diagnosis DM

Glukosa plasma puasa (mg/dl) Glukosa plasma 2 jam sesudah makan (mg/dl)
Normal < 100 < 140
Pra-diabetes Tabel 100 – 125
IFG atau IGT 140 – 199
Diabetes ≥ 126 > 200
Faktor Risiko Diabetes Melitus

Dengan mengetahui faktor ini agar Anda bisa antisipasi, pencegahan dan pengobatan serta solusi mengatasi diabetes melitus.

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain :

a. Faktor riwayat keluarga atau keturunan

Seseorang akan lebih punya risiko terkena diabetes (DM) tipe 1 bila ada anggota keluarganya mengidap penyakit yang sama. Karena berhubungan dengan gen tertentu.

b. Faktor geografi

Orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa akan lebih berisiko terkena diabetes tipe 1. Daerah ini seperti di Finlandia dan Sardinia. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang dapat diperoleh dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu terjadinya penyakit autoimun.

c. Faktor usia

Penyakit diabetes paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4 hingga 7 tahun. Lalu pada anak-anak usia 10 sampai 14 tahun.

d. Faktor pemicu lainnya

Faktor lainnya seperti :

  • mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini,
  • konsumsi air yang mengandung natrium nitrat,
  • makan sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan,
  • memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia,
  • menderita penyakit kuning saat lahir,
  • dll.

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:

  1. Berat badan berlebih atau obesitas.
  2. Distribusi lemak perut yang tinggi.
  3. Gaya hidup tak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
  4. Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
  5. Beberapa ras (kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika) punya angka pengidap lebih tinggi bila dibandingkan ras kulit putih.
  6. Usia di atas 45 tahun, meskipun tak menutup kemungkinan bisa terjadi sebelum usia 45 tahun.
  7. Kondisi prediabetes, yakni saat kadar gula darah lebih tinggi dari normal (hiperglikemia). Namun tak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes melitus.
  8. Riwayat diabetes ketika
  9. Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Pencegahan Diabetes Melitus

Lakukan beberapa gaya hidup sehat ini untuk mencegah sebagai solusi mengatasi diabetes melitus :

  1. Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak atau program Smart Detox.
  2. Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
  3. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  4. Berolahraga secara rutin dan teratur serta banyak melakukan aktivitas fisik.
  5. Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti saat menonton televise, dll.
  6. Menghindari atau berhenti merokok.

Pengobatan Diabetes Melitus

Manajemen diabetes melitus melibatkan kombinasi dari pendekatan medis dan non medis. Tujuan keseluruhannya yaitu pasien punya kehidupan yang sehat seperti pada saat keadaan normal. Tujuan dalam jangka pendek yakni untuk menghilangkan gejala dari diabetes melitus itu sendiri.

Terapi pengobatan sebagai solusi mengatasi diabetes melitus secara umum terbagi dalam 2 jenis, yakni:

a. Terapi farmakologi

  • Terapi Insulin
  • Obat Hipoglikemik Oral (OHO)

b. Terapi Non Farmakologi

  • Terapi Gizi
  • Latihan Jasmani

Solusi Mengatasi Diabetes Melitus

Selain dengan pengobatan di atas, kami juga punya solusi mengatasi diabetes melitus lain dari Synergy WorldWide. Berikut paket solusi tersebut :

  1. Chlorophyll Plus
  2. Colostrum
  3. Noni Plus

Harga paket solusi mengatasi diabetes melitus ini yaitu : Rp 1.127.000

Solusi Diabetes Melitus

Pemesanan Paket Solusi Diabetes

order sekarang

Harga paket solusi mengatasi diabetes melitus di atas khusus untuk wilayah Jabodetabek dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk harga paket ini di wilayah lain bisa langsung kontak kami. Paket di atas juga bisa dibeli dengan cara klik “Menu Order” atau via aplikasi SBiz Synergy.

Demikian informasi berkaitan dengan solusi mengatasi diabetes melitus terbaik, kami harap post ini membantu Anda. Kami berharap post solusi sehat Synergy ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: Synerprof

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.