Program Diet Makrobiotik Berdasarkan Filosofi Cina Kuno

Topik kita kali ini yaitu Program Diet Makrobiotik Berdasarkan Filosofi Cina Kuno. Diet makrobiotik mungkin saja masih asing di telinga Anda. Metode diet ini dipakai oleh penyanyi dan aktris cantik Madonna buat menjaga bentuk tubuhnya. Bahkan, Hillary Clinton (mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) dan Gwyneth Paltrow (aktris ternama) juga pernah coba program diet makrobiotik. Lalu apa itu diet makrobiotik?

Program Diet Makrobiotik

Program Diet Makrobiotik

Diet makrobiotik berawal dari filosofi Cina kuno dimana filosofi ini mengajarkan keseimbangan “Yin” dan “Yang”. Diet ini menitikberatkan pada keseimbangan dari jenis asupan makanan. Keseimbangan ini dengan mempertimbangkan beberapa faktor untuk kesehatan, dan sekaligus untuk mencapai keselarasan jiwa dan raga. Faktor tersebut yaitu :

  • musim,
  • iklim,
  • aktivitas,
  • gender,
  • usia,

Intinya yaitu pelaku diet makrobiotik percaya bahwa makanan yang dikonsumsi bakal berpengaruh pada kesehatan dan kebahagiaan. Mereka juga merasa bahwa dengan memilih makanan yang bersifat alami (bukan makanan olahan) dapat meningkatkan kualitas hidup serta membantu menjaga atau menurunkan berat badan.

Dalam praktiknya, diet ini menganjurkan agar seseorang meningkatkan konsumsi makanan berserat, seperti padipadian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan tertentu.

Daging merah, daging unggas, dan alkohol adalah makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi oleh pelaku diet makrobiotik. Sedangkan untuk minuman yang paling dianjurkan dalam program diet makrobiotik yakni air putih dan teh.

Diet makrobatik dimaksudkan buat menyeimbangkan asupan makanan yang berunsur “Yin” dan “Yang”. Makanan “Yin” diklasifikasikan sebagai makanan yang dianggap dingin, manis, dan pasif, sedangkan “Yang” adalah kebalikannya, yaitu makanan yang terkesan panas, asin, dan agresif.

Makanan “Yin” dan “Yang”

Sesuai dengan filosofinya, program diet makrobiotik mengklasifikasikan makanan sesuai dengan karakter “Yin” dan “Yang”. Kelompok padi-padian dianggap sebagai makanan dengan “Yin” dan “Yang” yang paling seimbang, misalnya yaitu beras putih, beras merah, gandum. Dalam makanan sehari-hari, kelompok padian-padian ini jumlahnya mesti 50% – 60% dari makanan lain. Pasta dan roti tanpa ragi masih diperbolehkan buat dikonsumsi sesekali.

Adapun makanan berunsur “Yang” umumnya ada pada jenis sayur-sayuran segar dengan jumlah 25 – 30 persen dalam tiap sajian. Misalnya yaitu kubis, brokoli, kembang kol, pok coy, lobak, bawang, dan labu. Sementara untuk seledri, daun selada, jamur, kapri, dan buncis cukup dikonsumsi 2 – 3 kali seminggu. Proses memasak sayuran ini boleh dikukus atau ditumis dengan minyak zaitun.

Makanan berunsur “Yang” lainnya yakni, biji-bijian, kacang-kacangan, dan rumput laut yang boleh dikonsumsi sebanyak 5% – 10% dalam satu sajian. Kembali pada filosofi awalnya yaitu “Yin” dan “Yang” yang menitikberatkan pada penyatuan kehidupan dengan alam. Maka pelaku program diet makrobiotik tidak boleh memakai kompor listrik atau microwave ketika memasak. Karena cara ini bisa menghilangkan kandungan gizi dalam makanan yang dimasak. Sebagai gantinya, mereka memakai kayu bakar atau gas.

Walaupun makanan berunsur “Yin” sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Tetapi, ada beberapa jenis makanan yang berunsur “Yin”. Namun terlalu ekstrem dan mesti dihindari oleh pelaku diet makrobiotik, yakni telur, susu, keju, dan mentega.

Apakah diet makrobiotik aman?

Beberapa pertanyaan juga muncul seiring berkembangnya program diet makrobiotik di kalangan para selebriti. Yang jadi pertanyaan utamanya yaitu apakah diet makrobiotik benar-benar baik buat kesehatan?

American Cancer Society (ACS) menyatakan bahwa diet makrobiotik terlalu rendah kadar proteinnya. Dan kadar kalorinya tidak cukup buat membantu penderita kanker pulih lebih cepat pasca-operasi atau kemoterapi.

Ini cukup masuk akal mengingat diet makrobiotik tidak disarankan untuk mengonsumsi daging dan produk susu sebagai sumber protein terbesar. Kalau tujuan Anda buat meningkatkan massa otot maka peluang keberhasilannya cukup tipis.

Penyediaan bahan makanan yang selalu segar sepertinya bakal jadi kendala berikutnya di tengah kesibukan tiada henti untuk pelaku diet makrobiotik. Tetapi di sisi lain, diet ini bisa memberikan pilihan makanan rendah kalori yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Di samping itu, sumber karbohidrat yang ditawarkan dalam diet ini adalah karbohidrat kompleks (lambat cerna) yang bisa membantu Anda kenyang lebih lama. Dan juga bisa mencegah Anda buat makan berlebihan.

So, bila Anda tertarik mencoba diet makrobiotik sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter. Hal ini untuk mengetahui apakah diet makrobiotik sesuai dengan kebutuhan atau hanya karena mau mengikuti tren semata. Yang jelas, bila Anda mau mempunyai tubuh langsing atau ideal, program diet makrobiotik bisa jadi salah satu bahan pertimbangan.

Demikian informasi berkaitan dengan Program Diet Makrobiotik Berdasarkan Filosofi Cina Kuno, kami harap post ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap post ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat. Anda bisa coba juga program detoksifikasi Smart Detox supaya badan ideal. Pemesanan produk Smart Detoks langsung kontak saya atau klik 0812-1594-4622.

Referensi: Program Diet Smart Detox

POST REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.