15+ Metrik Digital Marketing Strategi yang Perlu Diketahui

Pernahkah mendengar istilah digital marketing metric? Istilah ini biasanya akan Anda temui saat menjalankan pemasaran secara digital. Selengkapnya mengenai metrik digital marketing strategi, Anda bisa baca artikel ini hingga selesai.

Metrik Digital Marketing

Apa itu Digital Marketing metrics?

Digital marketing metrics yaitu kumpulan nilai yang dipakai untuk mengukur dan melacak keberhasilan suatu upaya pemasaran melalui digital. Biasanya, pengukuran ini dilakukan dengan bantuan tool, seperti Google Analytics.

Metrik yang diukur bisa jadi petunjuk apakah upaya digital marketing Anda sudah berhasil. Jadi, Anda dapat menentukan strategi berikutnya. Lalu apa saja metrik digital marketing itu?

Digital Marketing Metrics

Digital marketing merupakan strategi yang punya banyak metric. Ini berbagai kategori metrik digital marketing tersebut :

a. Website Traffic Metric

Metrik trafik website berfokus untuk mengukur performa lalu lintas web sebagai pusat aktivitas bisnis online Anda. Apa saja metrik digital marketing dari kategori website trafik?

1) Overall Traffic

Overall traffic yaitu jumlah keseluruhan trafik suatu website. Baik dari :

  • direct traffic,
  • organic traffic,
  • paid search,
  • affiliate,
  • dan lainnya.

Untuk mengetahui metrik digital marketing ini, Anda dapat memakai digital marketing tool seperti :

  • Google Analytics,
  • Ubersuggest,
  • dan lainnya.

Sebagai contoh overall traffic di Google Analytics. Pada tab Akuisisi (Acquisition) >> Ringkasan (Overview), Anda akan dapat informasi terkait jumlah user setiap harinya dalam grafik Pengguna (Sessions).

Naik turunnya grafik bisa Anda pakai untuk mengidentifikasi performa traffic website di hari tertentu. Makin tinggi traffic website Anda, maka makin besar juga peluang konversi atau penjualannya.

Kalau sudah tahu mengenai kondisi trafik, lalu apa selanjutnya? Grafik overall traffic bisa jadi pijakan utama untuk menentukan strategi apa yang harus Anda ambil ke depannya.

Misalnya :

1. Saat traffic menurun

Bila traffic menurun dan penyebabnya yaitu beberapa kata kunci (keyword) kalah dari kompetitor, maka lakukan :

  • update konten,
  • audit konten,
  • dan lainnya.

2. Saat traffic meningkat

Bila banyak kata kunci (keyword) dapat ranking pertama Google. Maka lakukan analisis trend untuk bisa memproduksi konten dengan topik yang serupa sesuai tren.

Pada praktiknya, akan banyak skenario yang dapat Anda temukan. Namun dengan memahami overall traffic website, Anda dapat tahu kondisi dan potensi traffic website.

2) Channel Metric

Traffic yang masuk ke website Anda bisa berasal dari beberapa sumber atau channel. Masing-masing channel dapat menyumbang banyak traffic, bisa pula tidak.

Beberapa jenis channel yang merupakan sumber traffic yang bisa dijadikan metrik digital marketing yaitu :

  1. Direct : traffic yang langsung mengarah ke website sebab pengunjung mengetikkan URL website Anda.
  2. Paid Search : traffic dari iklan yang dipasang di halaman pencarian Google.
  3. Affiliates : traffic dari rekan afiliasi Anda memakai link unik.
  4. Other : traffic dari sumber di luar sistem Google, seperti :
  • e-mail,
  • media sosial,
  • dan lainnya.
  1. Display : traffic yang berasal dari display ads.

Dengan mengecek channel metric, Anda bisa memperkirakan sumber mana yang paling potensial menggiring traffic dan mana channel yang memerlukan perbaikan.

Untuk melihat channel metric Anda bisa buka Google Analytics >> Akuisisi (Acquisition) >> Semua Traffic (All Traffic) >> Saluran (Channels).

Misalnya bila sebagian besar traffic bersumber dari channel direct. Umumnya website yang punya banyak direct traffic sudah cukup dikenal oleh pengunjung.

Search Engine Optimization

Jika hal ini terjadi pada website, yang harus Anda lakukan yaitu terus menjaga branding bisnis. Anda bisa pula membangun upaya brand awareness tersebut lewat strategi content dengan optimasi SEO website.

Sebaliknya, jika sudah membangun upaya lewat paid search, namun tak banyak traffic yang diperoleh. Maka strategi paid search harus Anda perbaiki.

3) New vs Returning Visitor

Pengunjung website terbagi jadi 2 macam yaitu :

  • pengunjung baru (New), dan
  • pengunjung yang sudah pernah datang sebelumnya (Returning).

New dan returning visitor akan dibedakan menurut historis kunjungan ke suatu website. Data new vs returning visitor sebagai metrik digital marketing bisa memberi gambaran mengenai :

  • seberapa berhasil upaya digital marketing,
  • menambah jumlah visitor baru,
  • membuat visitor kembali lagi ke website,
  • dan sebagainya.

Untuk melihatnya Anda bisa buka Google Analytics >> Audiens (Audience) >> Perilaku (Behavior) >> Baru vs Kembali (New vs Returning).

Strategi eMail Marketing

Misalnya, Anda menjalankan cara e-mail marketing. Ternyata banyak new and returning visitor yang membanjiri website Anda. Artinya, marketing plan Anda sukses dapat respon positif dari audiens.

Mendapatkan visitor baru itu penting, namun meningkatkan returning visitor pun punya banyak manfaat. Lalu, apa tips untuk mendapatkan returning visitor yang digunakan sebagai metrik digital marketing?

  1. Berikan pengunjung pengalaman menyenangkan saat mengakses website Anda. Misalnya dengan :
  • tampilan eye-catching,
  • navigasi yang mudah,
  • dan lainnya.
  1. Selalu berikan konten terbaru supaya pengunjung selalu mau kembali ke website Anda.
  2. Tingkatkan upaya email marketing dengan menawarkan berbagai konten yang relevan dengan kebutuhan audiens.
4) Exit Rate

Exit rate yaitu metrik digital marketing yang menunjukkan berapa kali visitor mengunjungi satu halaman ke halaman lain sampai meninggalkan website. Misalnya :

  • visitor masuk ke website dari landing page,
  • lalu ke halaman ebook,
  • kemudian visitor meng-klik tombol download,
  • namun saat diminta mengisi form ternyata visitor menutup halaman.

Exit rate bisa memberikan gambaran performa halaman website. Makin tinggi persentase exit rate di sebuah halaman, maka kemungkinan makin butuh perhatian. Mengapa visitor pergi dari halaman tersebut?

Anda bisa melihat exit rate metric ini di tool digital marketing, seperti Google Analytics (GA). Di mana dalam GA sudah menempatkan exit rate sebagai salah satu indikator performa website.

Untuk melihat exit rate Anda bisa buka Google Analytics >> Audiens (Behavior) >> Konten situs (Site Content) >> Halaman Keluar (Exit Pages).

Dari data exit rate, Anda bisa kembali mengevaluasi halaman yang paling sering ditinggalkan visitor. Misalnya :

  • mengaudit dari segi kecepatan dan tampilan,
  • memperbarui konten di halaman blog tertentu supaya lebih menarik,
  • dan sebagainya.

b. Engagement Metric

Metrik keterlibatan (engagement metric) bermanfaat untuk mengukur interaksi antara audiens dengan digital marketing yang Anda jalankan.

Beberapa metrik digital marketing terkait engagement, yakni :

1) Bounce Rate

Bounce rate yaitu persentase visitor yang meninggalkan halaman website tanpa melakukan apapun. Baik untuk :

  • mengisi formulir,
  • mengklik CTA,
  • berlangganan newsletter,
  • melakukan pembelian,
  • dan sebagainya.

Bila metrik digital marketing ini (bounce rate) tinggi, maka akan makin kecil upaya Anda dalam :

  • menggiring konsumen membeli produk,
  • mendapatkan leads,
  • dan sebagainya.

Karena, mereka terlanjur pergi.

Selain itu, jika pengunjung berasal dari Google, maka website Anda akan dianggap tak cocok dengan kebutuhan audiens. Bisa-bisa Google tak akan merekomendasikan website Anda untuk kebutuhan serupa di mesin pencari.

Untuk itu, mengupayakan supaya bounce rate rendah sangat penting. Bila pun tinggi Anda harus mengupayakan untuk melakukan perbaikan.

Untuk melihat metrik bounce rate silakan masuk ke Google Analytics >> Audiens (Audience) >> Ringkasan (Overview) >> Rasio Pantulan (Bounce Rate).

Tingginya bounce rate diakibatkan beberapa faktor, misalnya :

  • Konten tak sesuai dengan kebutuhan visitor.
  • Visitor bisa memperoleh informasi dengan cepat.
  • Kualitas tampilan website maupun konten yang rendah.

Solusinya, Anda harus menemukan halaman manakah yang bounce rate-nya tinggi dan mulai mencari penyebabnya. Anda dapat membuatnya dalam sebuah prioritas berdasar yang paling tinggi.

Untuk melihat tingkat bounce rate silakan masuk ke Google Analytics >> Perilaku (Behavior) >> Konten Situs (Site Content) >> Semua Halaman (All Pages).

Setelah itu, barulah Anda dapat berupaya untuk menurunkan tingkat bounce rate dengan :

  • meningkatkan kecepatan website,
  • membuat desainnya mobile friendly,
  • dan lainnya.
2) Average Time on Page

Waktu di Halaman (Time on Page) merupakan metrik yang menunjukkan lamanya pengunjung (visitor) berada di suatu halaman website. Lalu, bagaimana metrik digital marketing ini bisa berkaitan dengan engagement?

Saat Anda membuat sebuah konten website dan audiens membaca konten tersebut hingga habis, hal itu menunjukkan sebuah engagement yang tinggi.

Engagement sebuah halaman dapat dihitung dari rata-rata waktu kunjungan per halaman dari tiap pengunjung atau average time on page (ATP). Inilah rumusnya :

ATP = TTP / (TP – T)

Catatan :

  • TTP : Total Time on Page
  • TP : Total Pageviews
  • TE : Total Exit

Untungnya, Anda tidak perlu melakukan perhitungan sendiri. Anda bisa melihat laporan detail di tool Google Analytics.

Untuk melihat Average Time on Page caranya buka GA >> Perilaku (Behaviour) >> Konten Situs (Site Content) >> Semua Halaman (All Pages).

Bila average time on page di Google Analytic kurang baik misalnya 45 detik, maka Anda perlu beberapa cara untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan mencoba melakukan audit konten website.

Apa saja langkah untuk melakukan metrik digital marketing ini?

  1. Sesuaikan konten dengan tahapan marketing funnel, baik :
  • awareness,
  • consideration,
  • purchase,
  • retention,
  • advocacy,
  • dan sebagainya.
  1. Optimasi kembali konten Anda dari sisi SEO, baik :
  • SEO off page,
  • SEO on page, dan
  • Technical SEO.
  1. Setting semua link keluar jadi Open in a New Window, supaya mencegah pengunjung pergi ke halaman lain.
  2. Pakai Embed untuk video pendukung di dalam website post agar visitor tidak harus pindah halaman untuk melihatnya.
3) Pageviews per Session

Pageviews per session yaitu jumlah rata-rata halaman yang dilihat visitor dalam satu sesi kunjungan.

Metrik digital marketing ini dihitung saat seseorang berkunjung ke halaman website Anda. Dan tak langsung keluar, melainkan masuk ke berbagai halaman lain di website Anda.

Makin banyak halaman yang dikunjungi dalam sekali akses, maka makin tinggi pula angka pageviews per session. Bila angka metrik ini tinggi, artinya pengunjung tertarik dan memerlukan konten di website Anda.

Jika sudah begitu, Anda dapat memanfaatkan beberapa peluang, misalnya :

  1. Meningkatkan traffic di konten lainnya dengan internal link.
  2. Mengumpulkan leads dengan :
  • membagikan ebook gratis,
  • subscription newsletter,
  • dan lainnya.
  1. Menggiring visitor website ke landing page untuk membeli produk atau layanan.

Untuk mengecek Pageviews per session Anda bisa buka GA >> Akuisisi (Acquisition) >> Semua Traffic (All Traffic) >> Saluran (Channels).

Misalnya pageviews per session berada di angka 5.10. Artinya, rata-rata halaman yang disinggahi visitor kurang lebih 5 halaman, sebelum akhirnya keluar dari website. Apakah itu hasil yang baik?

Website dengan pageviews per session di angka 5.3 sudah termasuk 10% website terbaik. Lalu, bagaimana cara supaya pengunjung betah melihat lebih banyak halaman di website?

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan metrik digital marketing ini :

  1. Membuat konten yang :
  • menarik,
  • edukatif, dan
  • mudah dipahami.
  1. Buat alur customer journey, sehingga Anda bisa mengetahui pola pikir dan memberikan konten sesuai kebutuhan visitor.
  2. Memanfaatkan link internal di tiap konten, agar visitor bisa membuka banyak halaman dengan mudah.
  3. Maksimalkan responsif, supaya visitor nyaman dalam mengakses halaman dari device apapun.
4) Impression

Impression merupakan metrik digital marketing untuk mengukur total orang yang melihat konten Anda (viewers). Dalam pengertian digital marketing, metrik ini bisa ditemukan dalam semua channel marketing, seperti :

  • Facebook Ads,
  • Google AdSense,
  • Instagram Ads,
  • Website,
  • dan sebagainya.

Dengan impressions, Anda akan tahu berapa kali halaman dari hasil penelusuran Google dilihat oleh pengguna. Untuk melihat impression Anda bisa buka GA >> Akuisisi (Acquisition) >> Search Console >> Halaman Landing (Landing Page).

Misalnya :

Angka impression dari sebuah landing page cukup tinggi. Tapi, persentase CTR-nya rendah. Itu artinya, upaya untuk mengajak orang melihat landing page sudah cukup baik, namun tak banyak yang tertarik untuk melakukan pembelian.

Dari sini, Anda tahu bahwa strategi untuk optimasi conversion harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan membuat landing page yang menarik untuk memikat calon konsumen.

5) Engagement Rate

Engagement rate yaitu metrik untuk mengukur seberapa aktif visitor dengan konten yang sudah Anda buat. Metrik digital marketing ini dapat Anda terapkan untuk berbagai platform digital marketing. Misalnya, media sosial.

Engagement akan mengukur interaksi yang dilakukan audiens terhadap bisnis Anda. Sebagai contoh, jika di media sosial, engagement rate akan mengukur metric berupa :

  • likes (L),
  • comment (C),
  • share (S), dan
  • jumlah followers (JF).

Rumus untuk melakukan perhitungan engagement rate (ER) di media sosial yaitu :

ER (%) = [(L + C + S) / JF] x 100

Sedangkan di website, engagement rate (ER) dikalkulasikan sesi yang melibatkan pengguna (EU) dan dibandingkan dengan pengunjung website (TU) :

ER (%) = (EU / TU) x 100

Bagaimana melihat sesi yang mencatat interaksi pengguna? Inilah beberapa kriteria dari metrik digital marketing ini, yakni :

  • Pengguna terlibat aktif di website selama lebih dari 10 detik, bisa dilihat dari average time on page.
  • Minimal pengguna melihat dua halaman dalam satu sesi, Anda bisa mengecek metrik pageview per session.
  • Melakukan konversi.

Contohnya, konten website Anda berhasil menambah 100 orang subscriber dari total 1.000 pengunjung. Maka, engagement rate website Anda yaitu 10%.

Perlu dicatat, persentase engagement rate yang baik setiap industri itu berbeda-beda. Misalnya, e-commerce termasuk yang tingkat persaingan / kompetisi engagement-nya tinggi.

Alasannya, semua aktivitas bisnisnya dilakukan secara online. Jadi jika tak ada engagement, perkembangan bisnis tentu berjalan kurang baik.

Baca juga: Panduan Belajar Social Media Marketing

Social Media Marketing

c. Conversion Metric

Conversion merupakan metrik untuk mengukur banyaknya tindakan target konsumen sesuai dengan tujuan strategi bisnis Anda. Misalnya :

  • membeli produk,
  • mendaftar keanggotaan,
  • dan lainnya.

Ini dia metrik digital marketing yang perlu diukur :

1) Click Through Rate (CTR)

CTR merupakan rasio jumlah klik (TK) terhadap impression (I). Dengan metrik digital marketing ini, Anda bisa mengukur seberapa persen efektif konten digital marketing Anda.

Sebagai contoh, Anda punya konten website dengan kata kunci “cara membuat web”. Ternyata, konten Anda dilihat oleh 100 orang dan yang mengkliknya sebanyak 10 orang. Maka CTR-nya yaitu :

CTR = (TK / I) x 100

CTR = (10 / 100) x 100

CTR = 10%

Bila mau lihat CTR di Google Analytics (GA), Anda bisa buka Akuisisi (Acquisition) >> Search Console >> Landing Pages.

Misalnya data tingkat CTR berkisar 0.58%. Apakah angka (0.58%) tersebut sudah bagus untuk metrik CTR?

Untuk ecommerce, angka 0.58% sudah termasuk bagus. Karena, tingkat CTR yang baik bisa berbeda-beda bergantung sumber data dan industrinya.

CTR sangat bergantung pada impression dan klik. Jadi, pastikan konten Anda mendapatkan banyak impression dahulu. Baru Anda optimasi supaya mendatangkan banyak klik.

Untuk meningkatkan CTR, Anda dapat mencoba jenis Ads atau iklan yang berbeda-beda. Tujuannya, Anda bisa memetakan iklan seperti apa yang efektif menjangkau visitor.

2) Cost per Click (CPC)

CPC merupakan metrik digital marketing yang menghitung biaya yang harus Anda bayar untuk setiap klik di iklan Anda. Untuk mengetahui berapa biaya setiap iklan yang mendapatkan klik, Anda bisa menghitung dengan rumus berikut :

CPC = Cost / Clicks

Untuk melihat CPC Anda bisa buka Akuisisi (Acquisition) >> Google Ads >> Kampanye (Campaigns).

Misalnya :

Iklan pertama biaya per click yaitu $1.42. Sedangkan iklan nomor sepuluh, biaya per klik yaitu $0.97.

Artinya, meskipun bisa memperoleh klik sebanyak 484, biaya untuk memperoleh klik pada iklan ke satu cukup tinggi yakni $688. Sedangkan, untuk biaya iklan ke sepuluh hanya butuh $66 saja.

Apakah strategi marketing Anda memakai iklan dengan CPC termurah atau paling banyak mendatangkan klik iklan? Apapun itu, selalu pakai data dari marketing tools.

Pertimbangkan juga bahwa Google Ads dan platform marketing lainnya akan menurunkan biaya bila iklan punya jumlah klik yang tinggi. Asalkan, iklan Anda menarik dan relevan dengan kebutuhan para pengunjung (visitor).

Untuk memperoleh hasil seperti itu, bisa Anda mulai dengan meningkatkan kualitas iklan, misalnya:

  • Membuat buyer persona secara spesifik, agar iklan lebih tepat sasaran.
  • Membuat teks iklan yang unik dan menarik menggunakan teknik copywriting.
  • Mengoptimasi website atau landing page.
  • Mengidentifikasi kata kunci yang relevan dan tepat supaya menambah peluang tayangan iklan.
3) Cost per Lead (CPL)

CPL yaitu metrik digital marketing yang menghitung biaya per leads atau user potensial. Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan leads atau user potensial baru.

Misalnya, Anda mengalokasikan anggaran / buget sebesar Rp 100 ribu untuk sebuah iklan. Ternyata, Anda memperoleh 50 leads. Maka, biaya iklan yang Anda keluarkan untuk tiap leads yaitu :

CPL = Total Cost Campaign / Total Leads from Campaign

CPL = Rp 100.000 / 50

CPL = Rp 2000

4) Conversion Rate

Conversion rate (CR) yaitu metrik digital marketing yang mengukur efektivitas landing page Anda dalam membuat pengunjung untuk :

  • mengklik tombol CTA,
  • melakukan pembelian,
  • mendownload e-book,
  • dan lainnya.

Jadi, Anda dapat tahu berapa persen pengunjung website Anda yang melakukan konversi.

Misalnya, dari 100 pengunjung halaman e-book, ada 10 orang yang melakukan download. Maka, conversion rate (CR) yang berhasil Anda raih yaitu :

CR = (Total Visitor yang Melakukan Conversion / Total Visitor) x 100

CR = (10 / 100) x 100

CR = 10%

Bila mau lihat CR di Google Analytics (GA), Anda bisa buka Konversi (Conversions) >> Sasaran (Goals) >> Ringkasan (Overview).

Supaya persentase conversion rate meningkat, Anda bisa melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Memaksimalkan CTA dengan kalimat atau teks yang persuasif dan relevan.
  • Menjalankan A/B Testing untuk memilih versi desain iklan
  • Memantau dengan Conversion Tracking perubahan dari tingkat konversi iklan.

d. Revenue Metric

Sesuai namanya, revenue metric dipakai untuk menganalisa keberhasilan penjualan produk Anda. Setidaknya, ada 3 metrik digital marketing penting yang harus Anda pahami :

1) Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC yaitu metrik digital marketing untuk mengukur biaya dalam mendapatkan seorang konsumen. Untuk mengetahui CAC, hitunglah total biaya marketing dan sales (TBMS), dibagi dengan total konsumen baru (TKB).

Misalnya, total biaya marketing Anda sebesar Rp 100 ribu, dan Anda mendapatkan 10 konsumen baru. Maka, CAC-nya yaitu :

CAC = TBMS / TKB

CAC = Rp 100.000 / 10

CAC = Rp 10.000

2) Return on Ad Spend (ROAS)

ROAS yaitu metrik digital marketing untuk mengukur keuntungan setelah memasang iklan untuk menjual produk. Dengan metrik ini, Anda bisa menganalisis dan mengevaluasi efektivitas iklan Anda yang menghasilkan pendapatan dari berbagai channel.

ROAS biasanya dihitung berdasarkan :

  • platform iklan,
  • campaign,
  • setiap iklan,
  • dan sebagainya.

Anda jadi tahu mana iklan yang menghasilkan profit / laba lebih tinggi mana yang tidak. Bila mau lihat ROAS di Google Analytics (GA), Anda bisa buka Akuisisi (Acquisition) >> Kampanye (Campaign) >> Analisis Biaya (Cost Analysis).

Contohnya, Anda mengeluarkan Rp 100 ribu untuk iklan dan mendapatkan pemasukan sebesar Rp 300 ribu dari iklan tersebut. Maka nilai ROAS Anda yaitu 300%.

ROAS = (Revenue / Total Biaya Iklan) x 100

ROAS = (Rp 300.000 / Rp 100.000) x 100

ROAS = 300%

Itu berarti strategi iklan Anda berhasil dan harus dilanjutkan.

3) Return on Investment (ROI)

Metrik digital marketing yang terakhir yakni Return on Investment (ROI). Dengan ROI, Anda bisa menghitung laba / profit atas investasi dari strategi digital marketing yang dijalankan. Makin tinggi ROI-nya, maka makin besar keuntungan yang Anda raih.

Untuk menghitung ROI, bagi laba bersih (LB) dengan total biaya (TB), dan dikalikan 100. Contohnya, dalam satu tahun keuntungan bersih Anda yaitu Rp 200 ribu, dengan total biaya untuk marketing sebesar Rp 100 ribu. Maka total ROI Anda yaitu :

ROI = (LB / TB) x 100

ROI = (Rp 200.000 / Rp 100.000) x 100

ROI = 50%

Jadi, bisa disimpulkan bahwa strategi digital marketing menyumbang 50% dari total pemasukan / pendapatan Anda.

Siap Praktik dengan Metrik Digital Marketing, Sekarang?

Sampai disini, Anda sudah tahu bahwa ada berbagai metrik penting yang wajib diukur dalam melakukan evaluasi performa marketing. Mulai dari metrik digital marketing terkait :

Website Traffic Metric

Berikut ini beberapa metrik digital marketing seputar trafik website :

  • Overall Traffic : perkiraan suatu kondisi performa dari strategi digital marketing dan peluang konversi.
  • Channel Metric : mengukur sumber / channel mana yang potensial dan yang perlu
  • New vs Returning Visitor : mengukur upaya digital marketing yang membuat pengunjung kembali lagi ke website.
  • Exit Rate : menggambarkan performa sebuah halaman, sehingga tahu mana yang membutuhkan

Engagement Metric

Berikut ini beberapa metrik digital marketing seputar engagement :

  • Bounce Rate : mengukur seberapa banyak halaman (page) yang diakses kemudian
  • Average Time on Page : mengukur engagement dengan melihat seberapa lama pengunjung / visitor di suatu
  • Pageviews per Session : mengukur jumlah rata-rata yang visitor akses dalam satu sesi.
  • Impression : mengukur jumlah suatu halaman yang visitor lihat dan membantu analisis metrik
  • Engagement Rate : mengukur minat (interest) pengunjung / visitor terhadap konten yang dijalankan.

Conversion Metric

Berikut ini beberapa metrik digital marketing seputar conversion :

  • Click Through Rate (CTR) : mengukur efektivitas dari konten marketing / website.
  • Cost per Click (CPC) : biaya untuk setiap iklan yang pengunjung / visitor
  • Cost per Lead (CPL) : biaya untuk memperoleh leads atau user potensial.
  • Conversion Rate : persentase pengunjung / visitor yang melakukan tertarik (konversi).

Revenue Metric

Berikut ini beberapa metrik digital marketing seputar revenue :

  • Customer Acquisition Cost (CAC) : biaya untuk menghasilkan konsumen / pelanggan.
  • Return on Ad Spend (ROAS) : mengukur pendapatan / penghasilan dari iklan.
  • Return on Investment (ROI) : mengukur laba / profit dari suatu proses strategi digital marketing.

Demikian info mengenai berbagai metrik digital marketing, semoga postingan kali ini membantu kalian. Kami berharap post strategi marketing ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *