Program Smart Detox
Daftar Synergy WGabung bersama bisnis Synergy WorldWide

Metodologi Inbound Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah Anda tahu apa itu Inbound Marketing? Apakah Anda sudah menggunakan metodologi inbound marketing? Lalu apa saja perbedaan dari inbound marketing dan outbound marketing? Simak artikel ini bila ingin mendapatkan jawabannya.

Metodologi Inbound Marketing

Marketing Saat Ini

Sekarang, cara melakukan pendekatan ke konsumen sudah mulai bergeser. Bila biasanya proses pemasaran dilakukan secara agresif lewat outbond marketing, saat ini mulai banyak yang mempraktikkan strategi inbound marketing.

Alasannya cukup sederhana. Prinsip dari inbound marketing yaitu agar bisa membantu meraih lebih banyak konsumen. Bahkan bisa membuat mereka loyal pada bisnis Anda!

Tentunya hal ini dapat diraih bila Anda mampu mengeksekusi prinsipnya dengan baik. Jadi apa sebenarnya inbound marketing itu? Dan bagaimana cara menerapkan metodologi inbound marketing ini ke dalam bisnis? Jawabannya ada di pembahasan bawah.

Inbound Marketing

Apa itu Inbound Marketing? Inbound marketing merupakan metode pemasaran yang bertujuan untuk membantu calon konsumen menemukan bisnis Anda.

Bukannya umumnya bisnis yang mencoba untuk mencari dan menemukan konsumen? Mengapa ini malah kebalikannya?

Di situlah perbedaannya. Bila biasanya bisnis yang mencari konsumen, inbound marketing mendorong bisnis supaya membuat konsumen datang sendiri.

Supaya calon konsumen dapat datang sendiri, tentu mereka harus tertarik pada bisnis Anda? Itulah inti prinsip inbound marketing. Anda harus berusaha sekuat mungkin membuat bisnis Anda menarik dan diperlukan oleh calon konsumen.

Perbedaan IM dengan OM

Metode Outbound Marketing memiliki banyak kelemahan disebabkan masih memakai cara tradisional.

Salah satu contohnya yaitu pemasaran yang dilakukan bersifat mengganggu calon konsumen lewat media iklan, email, telepon, dll. Di mana strategi ini tanpa memperhatikan kenyamanan calon konsumen.

Outbound Marketing (OM)

Outbound marketing merupakan suatu teknik pemasaran yang bertujuan untuk menjangkau konsumennya dari luar. Media yang dipilih untuk melakukan pemasaran yaitu :

  • TV,
  • Telepon,
  • Iklan,
  • dll.

Teknik pemasaran seperti ini punya 3 kelemahan :

  • Tak memperhatikan persona konsumen, sehingga pemasaran yang dijalankan tak diterima oleh orang yang tepat. Kecil kemungkinan untuk memperoleh
  • Pemasaran bersifat mengganggu atau cenderung memaksakan pada calon konsumen, sehingga menimbulkan efek negatif.
  • Dikarenakan pemasaran masih memakai media mainstream dan yang dikeluarkan pun cenderung lebih besar.
Inbound Marketing (OM)

Strategi marketing / pemasaran ini berbanding terbalik dengan Outbound Marketing. Pemasaran dilakukan dengan cara membuat calon konsumen tertarik. Sehingga proses pemasaran berjalan tanpa adanya paksaan.

Salah satu praktik inbound Marketing yang paling umum yaitu memberikan konten yang bermanfaat.

Saat calon konsumen menerima manfaatnya, tak menutup kemungkinan calon konsumen akan tertarik dengan produk yang ditawarkan.  Dan jadi konsumen tetap tanpa paksaan.

Media yang biasanya dipakai ketika mempraktikkan inbound marketing yaitu :

  • Sosial Media,
  • Blog,
  • Email Marketing,
  • Content Marketing,
  • dan lain sebagainya.

Teknologi Inbound Marketing

Untuk memudahkan pemahaman mengenai inbound marketing, lihat alur metodologinya. Berikut alur metodologi inbound marketing :

Inbound Marketing

Seperti yang Anda lihat gambar di atas, metodologinya terdiri dari 4 tahap, yaitu :

a. Attract

Pada tahap metodologi inbound marketing ini, fokus utama bisnis Anda yaitu menarik perhatian (attract). Sebab, saat ini calon konsumen belum tahu sama sekali mengenai bisnis Anda. Dan tentu saja, Anda harus membuat mereka (konsumen) tahu.

Berikut beberapa praktik yang dapat Anda manfaatkan untuk menarik perhatian calon konsumen :

Ingat, menarik perhatian bukan berarti harus menampilkan bisnis beserta produknya begitu saja. Ada nilai yang harus Anda tawarkan supaya mereka tertarik.

Contohnya, bila memiliki bisnis travel, Anda bisa membuat konten yang berisi berbagai tips traveling atau rekomendasi destinasi wisata. Sehingga orang-orang yang tertarik dengan traveling dapat menemukan bisnis Anda melalui konten tersebut.

Jika kontennya benar-benar bermanfaat maka mereka bisa bergeser dari orang yang tak mengenal jadi follower brand Anda.

b. Convert

Setelah sukses dapat follower di tahap metodologi inbound marketing pertama, apakah sudah cukup? Tentu saja belum. Anda perlu mengubah mereka jadi leads. Leads yakni orang-orang yang berpotensi untuk membeli produk.

Untuk itu, Anda harus dapat informasi kontak mereka seperti :

  • alamat email,
  • nomor HP,
  • dan sejenisnya.

Lalu, bagaimana cara melakukannya? Berikut beberapa alat yang dapat dipakai untuk mengumpulkan informasi kontak :

  • Form
  • Landing page
  • Lead magnet

Berikut beberapa bentuk praktik convert yang bisa Anda lakukan :

  • Mungkin Anda pernah masuk ke suatu website. Kemudian melihat form yang mengajak Anda untuk berlangganan ke newsletter mereka.
  • Mungkin Anda pernah mengunduh suatu file atau ebook. Namun Anda harus mengisi informasi kontak terlebih dahulu untuk dapat mengunduhnya.

Dari sini mungkin Anda sudah dapat melihat polanya. Lantas, apa gunanya memperoleh informasi kontak?

Hal ini tentu penting. Sebab, dengan adanya informasi kontak, Anda dapat menghubungi calon konsumen secara personal. Tak hanya untuk membangun hubungan, namun juga menarik mereka untuk melakukan pembelian.

c. Close

Sekarang saatnya Anda mengubah calon konsumen jadi konsumen. Bagaimana cara metodologi inbound marketing selanjutnya?

Anda dapat memanfaatkan informasi kontak yang diperoleh di tahap convert. Kirimlah konten atau pesan yang bisa membuat mereka tertarik membeli.

Contohnya, sebuah bisnis travel dapat mengirim email berisi informasi bahwa calon konsumen memperoleh kupon diskon tiket kereta. Ini tentu akan membuat mereka tertarik untuk memesan.

Oleh sebab itu, pada tahap ini Anda dapat memanfaatkan berbagai tips dan best practices email marketing.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Email Marketing Menarik

d. Delight

Setelah meraih pembelian, apakah alur metodologi inbound marketing sudah selesai? Tentu tidak. Anda masih perlu membangun hubungan dengan konsumen yang telah melakukan pembelian.

Mengapa hal ini penting? Karena konsumen yang melakukan pembelian yaitu konsumen yang sudah jelas-jelas tertarik dengan bisnis Anda. Sehingga, mengajak mereka untuk membeli lagi tak akan sesulit mengejar konsumen baru.

Di tahap ini, Anda masih dapat mengandalkan email marketing untuk membangun hubungan dengan mereka. Anda pun dapat mencoba bikin survey untuk memastikan kepuasan konsumen.

Yuk Mulai Terapkan Metodologi Inbound Marketing!

Metodologi Inbound Marketing layak Anda gunakan untuk memperluas pasar dan mengembangkan bisnis. Anda dapat membangun hubungan dengan konsumen lewat manfaat dan tanpa adanya paksaan.

Bagi Anda yang belum membangun website dan ingin membuatnya, gunakan beberapa panduan yang sudah pernah kami tulis di TernakWebsite.Com. Atau Anda juga bisa menggunakan Jasa Pembuatan Website Terbaik dari kami.

Sekian info mengenai Metodologi Inbound Marketing untuk Meningkatkan Penjualan, kami harap postingan kali ini berguna buat kalian. Kami berharap postingan strategi DM ini diviralkan agar semakin banyak yang dapat manfaatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WeCreativez WhatsApp Support
Soleh Agus
Hai 👋 Ada yang bisa kami bantu?