Program Smart Detox
Daftar Synergy WGabung bersama bisnis Synergy WorldWide

Membuat Website Profesional Sendiri dengan Mudah

Membuat web tidak sesulit yang Anda bayangkan. Apakah Anda harus menguasai coding untuk membuat website profesional sendiri? Apakah Anda harus paham bahasa pemrograman untuk bikin website?

Membuat Website

Platform Website

Untuk jawaban di atas adalah tidak. Anda cukup menggunakan satu platform untuk membuat website profesional tanpa perlu coding sama sekali. Dan platform tersebut adalah WordPress. Dengan platform WordPress, Anda bisa bikin website dengan mudah.

Website apa pun bisa Anda buat dengan WordPress. Anda bisa membuat :

  • blog,
  • website portfolio,
  • website pribadi,
  • website company profile,
  • website toko online,
  • dll.
Persiapan Membuat Web

Sebelum membuat website profesional dengan WordPress, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan dan lakukan yaitu :

a. Hosting

Sebelum membuat website Anda harus punya hosting. Layanan hosting ini berfungsi untuk menyimpan semua file website sehingga dapat diakses secara online. Semua file yang tersimpan di hosting seperti :

  • tema,
  • teks,
  • plugin,
  • gambar,
  • video,
  • kode HTML,
  • draft konten.
b. Domain

Domain adalah alamat website. Pada dasarnya, semua website memiliki alamat IP. Contohnya, SolehAgus.ID punya alamat IP 54.36.167.80. Tapi, alamat IP itu tentunya susah dihafalkan oleh orang.

Jadi untuk mempermudah orang dalam mengakses website, maka dibuatlah domain. Misalnya, ketika ingin mengunjungi website ini, Anda hanya perlu mengetikkan solehagus.id di browser. Anda tidak perlu menghafalkan alamat IP milik website kami.

Ketika ingin membuat website profesional Anda memerlukan keduanya. Hosting digunakan untuk menyimpan file di website. Sedangkan domain untuk mempermudah orang dalam mengakses website Anda.

Sewa Hosting

c. Sewa Hosting dan Domain

Bagaimana cara mendapatkan hosting dan domain untuk membuat website profesional sendiri? Caranya sangat mudah. Anda cukup mengunjungi website penyedia hosting dan domain kemudian membelinya di sana.

Berikut cara pesan hosting dan domain (pemesanan di DewaWeb) untuk membuat website :

  1. Kunjungi halaman utama DewaWeb dengan klik link di atas.
  2. Klik menu hosting (letaknya di kiri atas).
  3. Akan tampil beberapa jenis paket hosting.
  4. Pilih paket yang Anda inginkan, misalnya paket HUNTER.
  5. Lalu klik Order Sekarang.
  6. Selanjutnya akan ada tampilan halaman yang berisi :
  • Konfigurasi Domain. Masukkan domain yang Anda inginkan (domain baru).
  • Siklus Billing. Pilih minimal 1 tahun agar gratis domain.
  • Opsi konfigurasi / pilihan lokasi server. Dewaweb menyediakan beberapa lokasi server seperti Singapore, Jakarta (Indonesia) dan San Jose (USA).
  1. Setelah itu klik Tambahkan ke Cart.
  2. Lalu, cek orderan Anda apakah sudah sesuai. Jika sudah Anda klik Checkout.
  3. Isilah data yang diminta terkait order hosting ini.
  4. Pilih metode pembayaran yang akan Anda gunakan. Misalnya Transfer Manual ke rekening BCA an. PT DEWAWEB nomor rekening 287-287-8000.
  5. Kemudian centang pada “Saya telah membaca …” dan klik Selesaikan Order.
  6. Karena transfer manual maka Anda harus konfirmasi setelah transfer dengan mengirim email billing@dewaweb.com dengan menyertakan buktinya. Contoh konfirmasinya “Saya sudah transfer untuk invoice #123456 berikut bukti transfernya”.
  7. Setelah konfirmasi, tunggu sebentar dan cek email dari DewaWeb yang memberitahukan hosting telah aktif. Serta Anda akan dapat username dan password untuk login ke cPanel.
  8. Selesai.
d. Install WordPress

Untuk membuat website profesional sendiri Anda harus melakukan instalasi CMS seperti WordPress. Instalasi WordPress dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya via cPanel.

Untuk cara membuat website WordPress (install) yaitu :

  1. Masuk ke akun cPanel Anda dengan memasukkan username dan password.
  2. Setelah masuk dashboar cPanel, Anda klik Softaculous Apps Installer di Menu Software.
  3. Kemudian di dashboard Softaculous silakan menu Blog >> WordPress.
  4. Lalu klik Install.
  5. Setelah itu isi data yang ada.
  6. Kemudian klik Install.

Kelola Website

Jika sudah berhasil membuat website profesional atau install WordPress, Anda bisa setting dashboar. Namun sebelumnya Anda harus login website terlebih dahulu. Caranya :

  • Anda perlu memasukkan format URL www.namaanda.com/wp-admin di browser
  • Masukkan username dan password yang sudah Anda bikin saat menginstall WordPress.
  • Kemudian, Anda akan diarahkan ke dasbor WordPress.
a. Pengenalan Dashboard WordPress

Tahu apa saja dasbor website itu sangat penting setelah membuat website profesional sendiri. Dashboard WordPress terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :

Pengenalan Dasbor

1) Toolbar

Toolbar dashboard WordPress menampilkan shortcut ke beberapa menu.

  1. Anda bisa mengelola profil pengguna di pojok kanan. Di sini Anda dapat mengganti :
  • nama,
  • email,
  • foto profil,
  • password.
  1. Anda melihat notifikasi untuk komentar-komentar di postingan di website Anda melalui toolbar.
  2. Anda juga bisa mengakses menu WordPress Update. Di sini Anda dapat mengelola update versi :
  • WordPress,
  • plugin,
  • tema

2) Navigasi

Setelah membuat website maka Anda harus mengelolanya dan sebagian besar aktivitas mengelolanya bisa bisa di-akses melalui navigasi seperti berikut :

  1. Pos (4), Anda dapat mengelola semua postingan dari membuat :
  • postingan baru,
  • mengedit postingan lama,
  • menambahkan kategori dan tag.
  1. Media (5), Anda dapat menambahkan dan mengelola semua media website di sini.
  2. Laman (6), Anda dapat menambahkan dan mengelola halaman / page di website.
  3. Komentar (7), Anda dapat mengelola komentar pada postingan website.
  4. Tampilan (8), Anda dapat mengelola :
  • tema,
  • menu,
  • widget,
  • dll.
  1. Plugin (9), Anda dapat mengelola semua plugin yang sudah diinstall di website.
  2. Pengguna (10), Anda dapat menambahkan dan mengelola akun pengguna / user di website.
  3. Peralatan (11), Anda bisa menemukan berbagai tool seperti :
  • Import & Export,
  • Site Health,
  • Backup,
  • dll.
  1. Pengaturan (12), Anda dapat mengelola berbagai pengaturan website, mulai dari :
  • ganti site title,
  • mengatur homepage display,
  • mengatur permalink dapat dilakukan pada menu ini.

3) Area Kerja

Pengenalan selanjutnya yaitu bagian area kerja utama yang ada 4 hal utama berikut :

  • Selayang Pandang (13) : menampilkan jumlah pos, halaman, dan komentar, serta versi WordPress yang dipakai.
  • Aktivitas (14) : menunjukkan info singkat mengenai pos dan komentar terbaru.
  • Draft Cepat (15) : Anda bisa menggunakan fitur ini jika punya ide artikel dan ingin segera menulisnya. Namun, Anda tetap harus menerbitkan draft ini melalui menu utama.
  • Acara dan Berita WordPress (16) : menampilkan berita terbaru dari WordPress.
b. Tema WordPress

Setiap orang tentu ingin memiliki tampilan terbaik setelah membuat website profesional sendiri. Untuk itu Anda perlu instal tema website.

1) Instal Tema

Ada beberapa cara untuk menginstal tema WordPress yaitu :

Instal Tema via Dashboard

  • Buka dasbor
  • Kemudian klik Tampilan >> Tema.
  • Setelah itu, Anda akan diarahkan pada tema yang sedang dipakai.
  • Lalu klik Tambah Baru.
  • Kemudian Anda akan diarahkan pada direktori tema.
  • Anda dapat menemukan ribuan pilihan tema di direktori tersebut.
  • Bila sudah tahu nama tema yang mau dipakai, Anda dapat langsung search di kolom pencarian.
  • Tapi, bila masih bingung tema seperti apa yang mau dipakai, Anda dapat memakai fitur Filter. Fitur ini berguna untuk menyaring tema yang sesuai dengan kebutuhan website. Pada halaman direktori tema WordPress, lalu klik Feature Filter.
  • Kemudian Anda dapat memfilter tema yang sesuai dengan selera Anda.

Instal Tema dengan Upload

Mungkin Anda tidak menemukan tema yang sesuai di direktori WordPress saat membuat website. Lalu Anda mencari dari pihak ketiga. Bila memakai tema dari pihak ketiga, Anda harus menguploadnya secara manual.

Caranya :

  • Buka dasbor WordPress.
  • Kemudian klik Tampilan >> Tema >> Tambah Baru.
  • Anda akan melihat direktori yang sama seperti saat akan mencari tema. Bedanya, di sini Anda akan meng-unggah tema yang sudah di-unduh dari pihak ketiga.
  • Lalu klik Unggah Tema.

2) Update Tema WordPress

Tema WordPress yang sudah Anda instal harus di-update secara rutin ketika ada pembaruan dari pengembangnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya bug dan error di versi lawas. Sehingga akan memperkecil kemungkinan diretas oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Sebelum meng-update, ada satu hal yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu yaitu backup. Pastikan Anda sudah punya backup sebelum meng-update WordPress ke versi terbaru.

Bila sudah memiliki backup, Anda dapat memulai proses update WordPress ke versi yang terbaru. Cara update WordPress sangatlah mudah yaitu :

  • Buka dashboard WordPress Anda
  • Lalu klik Pembaruan pada navigasi
  • Setelah itu, klik Perbarui Sekarang
  • Proses update WordPress akan dimulai
  • Selesai! Anda telah berhasil meng-update WordPress ke versi terbaru
c. Plugin WordPress

WordPress yang telah Anda install baru punya berbagai fitur dasar. Anda perlu menambahkan berbagai fitur setelah membuat website profesional sendiri. Hal ini agar website bisa berjalan secara maksimal.

Untuk menambahkan fitur-fitur di WordPress, caranya sangat mudah. Anda bisa menggunakan plugin. Plugin merupakan kode software yang berfungsi untuk menambahkan fungsi atau fitur tambahan di suatu website.

Cukup aktifkan plugin dan Anda dapat menambahkan fitur di website tanpa perlu coding sama sekali.

1) Instal Plugin di WordPress

Cara mengaktifkan plugin tidaklah sulit yaitu :

  • Buka dasbor WordPress Anda
  • Kemudian klik menu Plugin >> Tambah Baru
  • Setelah itu, Anda akan diarahkan pada halaman daftar plugin
  • Anda dapat langsung memilih plugin yang disarankan WordPress
  • Namun Anda pun dapat melakukan pencarian plugin berdasarkan nama atau fungsi plugin
  • Misal, Anda mau mencari plugin SEO, cukup ketik SEO pada kolom pencarian
  • Kemudian Anda akan memperoleh rekomendasi plugin untuk SEO
  • Setelah itu klik Instal >> Aktifkan

2) Plugin yang Wajib Diinstal

Ada banyak plugin yang disediakan WordPress. Tentu Anda tak harus memasang semua plugin yang ada. Anda hanya perlu memasang plugin yang Anda perlukan. Kebutuhan plugin setiap website tentu berbeda-beda.

Namun, setidaknya ada beberapa plugin yang harus ada ketika Anda membuat website. Apa saja itu?

Plugin SEO

Tiap pemilik website tentu mau websitenya muncul di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari seperti Google. Untuk mencapai hal tersebut, Anda butuh berbagai tool SEO.

Salah satu tool SEO yang paling direkomendasikan untuk mengoptimasi SEO Anda adalah Yoast SEO. Plugin Yoast SEO menyediakan berbagai fitur untuk meningkatkan kualitas SEO suatu website. Mulai dari :

  • merubah title tag dan meta description,
  • submit XML sitemaps,
  • merubah permalink,
  • verifikasi Google Search Console (GSC),
  • rekomendasi internal linking,
  • menargetkan focus keyword,
  • menganalisis konten Anda,
  • dll.

Plugin Backup

Dalam mengelola website, backup tidak bisa diremehkan. Terlihat sepele, tapi punya manfaat yang cukup besar. Anda akan memiliki cadangan data website bila :

  • terjadi error,
  • terserang malware,
  • kejadian lain yang membahayakan website.

Untuk melakukan backup, Anda bisa menggunakan plugin. Salah satu plugin yang kami rekomendasikan adalah UpdraftPlus. Kelebihan plugin ini yaitu Anda dapat menyimpan data backup di layanan seperti :

  • Dropbox,
  • Google Drive,
  • dll.

Plugin Keamanan

Keamanan website mungkin terdengar rumit. Tapi, Anda dapat meningkatkan keamanan website dengan mudah memakai plugin. Salah satu plugin keamanan rekomendasi kami adalah Jetpack.

Meskipun plugin ini gratis, berbagai fitur keamanan yang diberikan cukup mumpuni. Berapa fitur penting yaitu fitur :

  • Protect yang akan melindungi website dari serangan brute force.
  • Monitor yang akan memberi notifikasi via email saat terjadi gangguan server.

Plugin Kecepatan

Meningkatkan kecepatan website merupakan hal penting. Ada banyak cara yang harus Anda terapkan. Salah satunya yaitu memasang plugin kecepatan. Kami merekomendasikan plugin LiteSpeed Cache untuk menangani masalah kecepatan website.

Plugin gratis ini menyediakan berbagai fitur penting mulai dari :

  • Image Optimization,
  • Browser Cache Support,
  • dll.

Hasil benchmark LiteSpeed juga lebih unggul dari plugin serupa lainnya.

3) Cara Update Plugin

Meng-update plugin sama pentingnya dengan melakukan update tema dan versi WordPress. Dan caranya juga hampir sama yaitu :

  • Anda buka dasbor WordPress
  • Klik Update
  • Nantinya Anda akan diarahkan pada halaman Update
  • Lalu pilih plugin mana saja yang mau Anda update
  • Pastikan Anda telah melakukan backup lebih dulu

4) Cara Nonaktifkan dan Hapus Plugin

Selain belajar instal plugin, Anda pun harus tahu cara menonaktifkan dan menghapus (uninstall) plugin.

Terkadang Anda harus menonaktifkan atau bahkan menghapus plugin. Biasanya hal tersebut terjadi bila sebuah plugin ternyata memberikan efek buruk terhadap website.

Untuk menonaktifkan dan menghapus website, caranya :

  • Buka dasbor WordPress.
  • Kemudian klik Plugin >> Plugin Terpasang.
  • Lalu Anda akan diarahkan pada halaman direktori plugin yang telah diinstal di WordPress.
  • Untuk menonaktifkan sebuah plugin, Anda cuma perlu klik Non-aktifkan. Perintah ini cuma akan menonaktifkan plugin tanpa menghapusnya. Jadi plugin masih terinstal di WordPress, namun tak menghasilkan fungsi apapun.
  • Bila mau menghapus sebuah plugin, Anda perlu klik Non-aktifkan lebih dulu. Setelah itu, klik tombol Hapus.

Setelah Anda menghapus suatu plugin itu artinya plugin tersebut sudah tak terpasang di website. Bila mau memasangnya kembali, Anda harus ke direktori plugin WordPress dan melakukan instal ulang plugin tersebut.

d. Mengatur Widget di WordPress

Pengelolaan setelah membuat website profesional sendiri yaitu mengatur widget. Widget merupakan item yang ditambahkan ke sidebar, footer, atau header di website.

Dengan widget, Anda bisa membuat tampilan website jadi lebih semakin menarik. Misal, Anda bisa menambahkan kalender, galeri, archives, dll.

Untuk menambahkan dan mengatur widget, caranya cukup mudah. Buka menu Tampilan >> Widget. Akan muncul kolom widget.

Untuk melakukan pengaturan caranya cukup pindahkan widget di Widget yang Tersedia ke Sidebar untuk mengaktifkannya. Bila tak suka dengan perubahannya, Anda dapat mengembalikan widget ke kolom di sebelah kiri guna menonaktifkannya.

Pengaturan Dasar WordPress

Ada beberapa pengaturan dasar WordPress yang harus Anda terapkan setelah membuat website profesional sendiri. Ini penting untuk meningkatkan performa website Anda.

a. Atur Homepage

Setelah membuat website Anda harus merencanakan seperti apa hompagenya. Ada 2 jenis homepage yaitu :

  • Halaman statis adalah hompage yang menampilkan halaman tertentu yang Anda pilih. Umumnya dipakai oleh website toko online atau perusahaan (company profile).
  • Postingan terbaru adalah homepage yang menampilkan konten terbaru yang Anda terbitkan. Tiap konten terbaru akan muncul paling atas di halaman depan (homepage). Jenis homepage ini biasanya digunakan oleh blog.

Anda bisa mengatur homepage dengan menuju Pengaturan >> Membaca. Dan pilih jenis homepage sesuai kebutuhan Anda.

b. Ubah Permalink

Setting dasar setelah membuat website yaitu atur permalink. Secara default, website dengan WordPress akan menghasilkan struktur permalink yang cukup panjang. Struktur default tersebut berupa tanggal serta nama URL. Contohnya seperti di bawah ini :

https://solehagus.id/2022/05/01/judul-postingan

Permalink yang singkat lebih baik untuk SEO. Ketika menentukan permalink, disarankan agar Anda menggunakan Nama Pos. Cara ini akan membuat kata kunci yang ditargetkan lebih mudah terlihat saat website Anda tampil di mesin pencari seperti Google.

Pengaturan Website Lain

Selain pengaturan dasar setelah membuat website profesional sendiri di atas masih ada beberapa yang lainnya. Ini dilakukan agar website lebih optimal. Berikut beberapa pengaturan website lainnya :

a. Buat Sitemap

Setelah membuat website agar lebih optimal Anda harus membuat sitemap. Ada 2 sitemap yaitu :

  • Sitemap HTML berfungsi untuk mempermudah navigasi pengunjung ke berbagai halaman di website Anda.
  • Sitemap XML berfungsi untuk mempermudah mesin pencari (search engine) dalam melakukan indexing dan crawling di website.

Untuk membuat sitemap HTML Anda bisa menggunakan bantuan plugin yaitu WP Sitemap Page. Kemudian Anda bikin halaman baru yang berjudul Sitemap dan diisi dengan shortcode [wp_sitemap_page].

Setelah itu Anda publish halaman tersebut. Dan Anda sudah berhasil membuat sitemap HTML. Sedangkan untuk membuat sitemap XML, Anda bisa menggunakan plugin seperti :

  • Google XML Sitemap,
  • Yoast SEO,
  • RankMath,
  • All in One SEO,
  • dll.

Pilih salah satu karena Anda tak dapat mengaktifkan XML dari 2 plugin di atas secara bersamaan.

Contoh setting :

  • Bila memakai Google XML Sitemap, Anda hanya harus mengaktifkan plugin dan XML sitemap akan aktif secara otomatis.
  • Kalau memakai Yoast SEO, buka menu SEO >> Umum >> Fitur. Kemudian aktifkan Peta situs XML.

b. Submit Website ke Google

Setelah membuat website dan sitemap, kini yang perlu Anda lakukan adalah submit website ke Google. Dengan begitu, Google bisa mengindeks website Anda. Hasilnya, website Anda bisa muncul di hasil pencarian mesin pencari seperti Google.

Untuk caranya :

  • Buka Google Search Console
  • Pilih website Anda
  • Kemudian klik Crawl dan pilih Sitemaps
  • Setelah itu, klik Add/Test Sitemap
  • Masukkan URL WordPress Sitemap Anda
  • Klik tombol Submit

c. Cek Search Engine Visibility

WordPress menyediakan fitur Search Engine Visibility. Di mana fitur ini akan memungkinkan Anda untuk mengatur apakah website sudah siap diindeks oleh mesin pencari atau belum.

Caranya sebagai berikut :

  • Buka menu Pengaturan >> Membaca.
  • Bila sudah siap, pastikan Anda tak mencentang pilihan Halangi mesin pencari untuk mengindeks situs ini.
  • Jika masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan website. Dan belum siap bila website diindeks oleh mesin pencari, Anda dapat mencentang pilihan di atas.

d. Install Google Analytics

Setelah membuat website jangan lupa untuk mendaftar ke Google Analytics (GA). Google Analytics dapat membantu Anda untuk memahami pengunjung website, seperti :

  • Apa yang mereka cari,
  • Artikel mana yang paling banyak pembacanya,
  • Artikel manya yang kurang populer,
  • Berapa lama pengunjung membaca website,
  • dan lain-lain.

Insight tersebut bisa Anda manfaatkan untuk dapat menyediakan konten lebih baik untuk para pengunjung. Untuk cara memasangnya akan dijelaskan di artikel selanjutnya atau langsung hubungi kami.

Sudah Saatnya Membuat Website Profesional Sendiri!

Untuk membuat website profesional sendiri, Anda bisa ikuti panduan di atas secara teratur. Hal ini agar bisa mendapatkan website yang optimal untuk bisnis. Di mulai dari menyewa hosting hingga pengaturan website.

Namun bila Anda merasa repot karena kesibukan, serahkan pembuatan website ke kami. Karena kami membuka jasa pembuatan website berkualitas dengan harga terjangkau.

Dan jangan lupa setelah membuat website Anda harus mengelolanya dengan baik. Ini dilakukan agar website yang Anda buat bisa sesuai harapan dan tujuan dari pembuatannya. Namun bila Anda belum sempat mengelola, jasa kelola website bisnis kami siap menghandle.

Demikian info tentang cara membuat website profesional sendiri, semoga postingan kali ini mencerahkan Anda. Kami berharap post panduan digital marketing ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WeCreativez WhatsApp Support
Soleh Agus
Hai 👋 Ada yang bisa kami bantu?