Program Smart Detox
Daftar Synergy WGabung bersama bisnis Synergy WorldWide

Cara Memaksimalkan User Generated Content di Bisnis

Apakah Anda pernah melihat postingan brand yang memasukkan username seseorang di caption media sosialnya? Atau, melihat review pelanggan di suatu website? Tahukah Anda kalau itu merupakan contoh User Generated Content (UGC)!

User Generated Content

Apa Itu UGC?

User Generated Content (UGC) adalah sebuah strategi pemasaran yang masih sering dilewatkan oleh pebisnis. Padahal, UGC merupakan strategi dengan efek positif yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti namanya, UGC merupakan semua konten yang dibuat oleh pengguna (user) dari produk Anda. Mulai dari :

  • gambar,
  • video,
  • testimoni,
  • dan lain sebagainya.

Jadi, alih-alih Anda yang melakukan pemasaran, pengguna-lah yang akan melakukan pemasaran produk dari bisnis Anda secara sukarela.

Baca juga : Strategi Pemasaran Produk

Cara membuat UGC untuk konten marketing itu mudah. Yaitu Anda tinggal mengumpulkannya saja dari para pengguna. Bagaimana caranya? Anda bisa :

  • memakai hashtag tertentu di media sosial,
  • meminta pengguna untuk men-tag akun brand resmi,
  • mendorong pengguna untuk meninggalkan review produk,
  • meminta secara langsung pada pembuat konten,
  • dll.

Kelebihan UGC

Mengapa User Generated Content (UGC) penting? Berikut ini beberapa alasan dan kelebihan dari UGC atau kontent buatan pengguna :

1. Menciptakan Kepercayaan

92% orang lebih mempercayai rekomendasi brand dari orang lain (meskipun orang tersebut tidak mengenal satu sama lain) daripada iklan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen melihat UGC sebagai pertimbangan utama sebelum beli suatu produk.

Saat ini, konsumen lebih pintar dan tidak mudah termakan iklan suatu brand begitu saja. Mereka mencari kebenaran. Dan, dari mana sumber kebenaran terbaik selain orang yang pernah memakai bran produk tersebut?

2. Hemat Biaya

User Generated Content merupakan konten yang sepenuhnya dari pengguna. Anda tidak harus membayar pengguna sebab mereka melakukannya secara sukarela. Apakah itu sekedar berbagi pengalaman atau ikut kontes yang Anda adakan.

Hal itu tentu saja membuat UGC jauh lebih hemat daripada melakukan promosi produk yang bisa mengeluarkan uang jutaan. Selain itu Anda pun tidak akan kehilangan terlalu banyak uang bila strategi UGC tidak berjalan lancar.

3. Membantu Content Marketing

Salah satu syarat supaya content marketing bisa efektif yaitu konsisten dalam mengeluarkan konten. Untuk beberapa bisnis, mengeluarkan konten yang relevan secara konsisten itu cukup susah dilakukan.

Oleh sebab itu, User Generated Content ini dapat membantu untuk mengoptimalkan Content Marketing Anda. Apalagi, konten dari UGC umumnya berasal dari kehidupan sehari-sehari pengguna, misalnya :

  • liburan,
  • pesta,
  • ulasan produk,
  • dan sebagainya.

Jadi, meskipun memanfaatkan UGC, konten Anda tetap unik, segar, dan relevan.

4. Mempromosikan Keaslian Produk

Tiap konsumen dipercaya lebih menyukai User Generated Content (USG). Sebab USG diklaim sangat alami dan asli daripada konten promosi buatan brand tersebut.

Konten yang konsumen buat akan terlihat dan terkesan lebih jujur. Terlebih lagi jika ditambah dengan tulisan maupun review pengalaman mereka menggunakan brand produk tersebut.

Hanya ada 2 kemungkinan mengapa seseorang berani memberikan pengalamannya membeli suatu produk di media sosial. Kedua hal ini yaitu karena terlalu :

  • senang dengan produk yang sudah dibeli atau
  • kecewa dengan produk tersebut.

Tingkat kejujuran inilah yang memang sangat dinantikan oleh konsumen lainnya. Hal itu untuk meningkatkan kepercayaan mereka pada suatu produk.

5. Menuntun Keputusan Pembelian

Kepercayaan pada produk yang telah diperoleh dari para konsumen akan berdampak lurus dengan keputusan pembelian mereka. Setelah mereka sudah merasa nyaman dan percaya, mereka akan memutuskan untuk mencoba dari produk tersebut sendiri.

Mereka ingin mencoba apakah pengalaman yang sudah dibagikan di media sosial memang sudah benar dan sesuai seperti apa adanya. Terlebih lagi, fitur yang ada di media sosial juga terus mengalami pembaruan.

Contohnya, seperti fitur story  dan fitur highlight pada Instagram. Hal itu merupakan kombinasi yang cocok untuk dapat mengumpulkan User Generated Content.

Memaksimalkan UGC di Bisnis Anda

Agar User Generated Content (UGC) Anda maksimal, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan :

a. Branding

Sebelum membuat konten, buatlah lebih dulu gambaran mengenai apa yang brand Anda mau. Selain itu, buat target pasar atau target audiensnya. Hal ini supaya visual, gaya bahasa dan ilustrasinya dapat selaras dengan apa yang brand Anda mau.

Dari hal tersebut, konten yang akan brand Anda buat dan submission dari para pengikut harus dapat terlihat lebih relevan.

b. Mengerti Target Audiens

Langkah berikutnya yaitu memahami lebih dulu target audiens yang mau dituju supaya kampanye iklan dapat berjalan secara efektif. Target audiens yang berbeda tentu akan beda juga cara penanganannya.

Contoh sederhananya, jika target audiens yang mau Anda tuju bukan anak muda. Maka cara mengumpulkan User Generated Content bisa memakai kampanye “submit your story”. Dengan cara menuliskannya pada facebook page atau kolom komentar Instagram.

c. Selalu Minta Izin

Tidak peduli jenis konten yang pengguna buat, Anda mesti meminta izin untuk memakainya. Bila Anda memakai UGC begitu saja tanpa izin, hal itu justru akan meninggalkan kesan buruk bagi para pengguna. Karena, Anda sama saja mencuri hasil kreasi mereka.

Jadi, mintalah izin lebih dulu. Anda dapat :

  • mengirimkan email,
  • meninggalkan komentar di postingan mereka,
  • mengirimkan pesan ke inbox.

Tunjukkan bahwa Anda menghargai konten mereka dengan cara memujinya. Dengan begitu, pengguna akan merasa dihargai dan dengan senang hati memberikan izin pada Anda.

d. Mencantumkan Sumber

Meskipun Anda sudah dapat izin, tetap jangan lupa untuk mencantumkan sumber dari User Generated Content (UGC) tersebut. Anda dapat mencantumkan sumber dengan :

  • tag username di media sosial,
  • tulis website milik pengguna,
  • tulis channel YouTube mereka,
  • sebut namanya secara langsung,
  • dll.

Mencantumkan sumber berarti Anda menghargai si pembuat konten. Dengan begitu, mereka akan lebih semangat memakai produk Anda di kemudian hari.

Selain itu, mencantumkan sumber pun dapat meyakinkan konsumen Anda secara keseluruhan. Yaitu bahwa konten Anda tersebut benar-benar asli buatan konsumen.

Bila Anda berencana memasang UGC di berbagai media sosial sekaligus, jangan lupa untuk bertanya kepada pembuat. Seperti apakah ia juga memiliki akun di media sosial tersebut.

Misal, Anda mau membagikan UGC dari Instagram ke Facebook. Lalu Anda dapat bertanya apakah ia juga memiliki akun Facebook yang bisa Anda tag.

e. Tawarkan Imbalan

Bila Anda mau konsumen selalu memberikan UGC, tawarkan imbalan pada mereka. Ada banyak cara untuk memberikan imbalan, misalnya :

  • mengadakan kontes,
  • memberikan diskon merchandise bagi mereka yang kontennya Anda tampilkan,
  • dan masih banyak lainnya.

Tapi, jangan terlalu fokus memberikan imbalan pada pembuat UGC. Berdasarkan survey, hanya 32% saja pengguna yang membuat UCG karena iming-iming imbalan.

Sementara itu, 60% mengatakan bahwa mereka membuat UGC untuk dapat likes atau supaya kontennya ditampilkan.

f. Jelaskan Konten yang Ingin Anda Dapatkan

Pembuat User Generated Content (UGC) mau konten mereka ditampilkan. Oleh sebab itu, Anda harus memberitahu mereka jenis konten apa yang Anda cari. Jelaskan secara spesifik mungkin supaya mempermudah pengguna untuk membuat konten yang Anda perlukan.

Setelah tahu apa yang Anda butuhkan, segera sebar informasi tersebut. Anda dapat melakukannya via :

  • postingan,
  • stories,
  • bio akun,
  • website,
  • toko fisik,
  • bungkus produk,
  • dll.

Jangan lupa untuk menjelaskan syarat dan ketentuannya. Misal,

  • gunakan hashtag ini …..
  • tinggalkan review di website disertai dengan mencantumkan foto produk …..
  • dan lain sebagainya.

g. Gunakan Fitur Pencarian

Jangan hanya berfokus mengumpulkan User Generated Content (UGC) di medsos ketika akun Anda di-tag atau saat pengguna memakai hastag brand. Anda harus tetap aktif mencari UGC di media sosial jika ada konten berkualitas yang terlewat.

Anda dapat memakai aplikasi pihak ketiga seperti SocialMention. Dengan aplikasi tersebut memungkinkan Anda memonitor informasi apapun di medsos. Mulai dari :

  • berbagai hal umum seperti mention brand atau hastag (#),
  • informasi yang berkaitan dengan topik atau konten tertentu,
  • dll.

Bila Anda menemukan konten yang sesuai, segera hubungi pengguna tersebut dan minta izin. Jangan lupa untuk memberitahu pembuat tentang kampanye UGC yang Anda jalankan.

Hal ini agar pembuat menerapkan syarat dan ketentuan yang sesuai di konten yang mereka buat di masa depan.

h. Pelajari UGC yang Anda Kumpulkan

UGC ternyata bisa jadi sarana untuk melakukan riset pasar. Anda cukup melihat dan menganalisis berbagai UGC yang sudah masuk. Dari situ, Anda akan  tahu kebiasaan konsumen yang nantinya dapat Anda manfaatkan untuk strategi marketing berikutnya.

Misal, Anda menemukan bahwa konsumen cenderung memakai produk Anda bersamaan dengan produk lainnya. Dengan begini Anda menemukan peluang untuk melakukan kolaborasi dengan brand lain di strategi marketing berikutnya.

Baca juga : Cara Melakukan Riset Pasar

Melakukan Riset Pasar

Siap Menerapkan User Generated Content (UGC)?

UGC merupakan salah satu strategi marketing ampuh yang sering dilewatkan oleh para pebisnis. Oleh sebab itu, kami harap Anda mulai menerapkan strategi ini di bisnis setelah membaca artikel ini.

Demikian info mengenai Cara Memaksimalkan User Generated Content di Bisnis Anda, semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Mohon postingan tips bisnis ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

WeCreativez WhatsApp Support
Soleh Agus
Hai 👋 Ada yang bisa kami bantu?